Hubungan
mana yang paling ideal antara suami dan istri? Hubungan jarak dekat atau
hubungan jarak jauh? Jelas! Tepat sekali! Hubungan yang paling ideal adalah
hubungan jarak dekat! Lalu, apakah hubungan jarak jauh antara suami dan istri
itu salah? Ya, tergantung. Jika keadaan memaksa mereka untuk menjalin hubungan
jarak jauh, ya apa boleh buat?
Analogi hubungan antara suami dan istri
yang dikaitkan dengan hubungan antara Kristus dan jemaat pernah diajarkan oleh
Paulus dalam Efesus 5:22-33. Jadi sebenarnya, SINAR! tidak sedang membahas tentang hubungan
antara suami dan istri, tetapi membahas tentang hubungan antara kita dan Tuhan.
Sesuai analogi yang sudah disebutkan,
jika hubungan antara kita dan Tuhan itu seperti LDR (Long Distance
Relationship), maka hal itu menunjukkan bahwa kualitas hubungan antara kita dan
Tuhan sedang tidak normal. Pasti ada yang tidak beres!
Lalu, bagaimana caranya mengetahui apakah
hubungan kita dengan Tuhan itu seperti LDR atau tidak? Gampang! Ayo coba
periksa, apakah Saudara merasa Tuhan itu berada sangat dekat dengan Saudara?
Apakah Saudara sering menjalin komunikasi yang berkualitas dengan Tuhan? Apakah
Tuhan benar-benar selalu hadir dalam setiap aktivitas yang Saudara lakukan?
Apakah Saudara selalu menghabiskan waktu dengan menikmati kehadiran-Nya? Jika
semua jawabannya adalah “TIDAK”, berarti hubungan Saudara dengan Tuhan sama
seperti LDR. Itu tidak normal dan harus diperbaiki! Mungkin Saudara akan
berkata, “Lho, yang benar saja! Bagaimana mungkin saya bisa merasakan Tuhan
hadir dan berada di dekat saya?”
Stop! Stop berkata seperti itu! Tuhan hadir
dalam setiap hati orang percaya. Roh Kudus sudah dimateraikan dalam hati kita,
maka jangan pernah mengatakan Tuhan jauh! Masalahnya adalah bagaimana caranya
supaya kita peka terhadap Roh Kudus?
Hubungan kita dengan Tuhan seperti LDR
karena kita sendiri yang tidak peka terhadap Roh Kudus! Ada dua langkah supaya
kita bisa peka terhadap Roh Kudus! Mau tahu? Pertama, pelajari dan renungkanlah
Firman Tuhan sesering mungkin! Kedua, bertemulah dengan Roh Kudus dalam doa
sesering mungkin! Lakukan dua hal itu terus menerus, maka kita akan semakin
peka dengan Roh Kudus. Berhubungan dengan Tuhan itu tidak seperti LDR karena
Tuhan tidak berada jauh dari kita. Ia senantiasa ada di dalam hati kita. Amin.
2 Korintus 1:21-22
“Sebab
Dia yang telah meneguhkan kami bersama-sama dengan kamu di dalam Kristus,
adalah Allah yang telah mengurapi, memeteraikan tanda milik-Nya atas kita dan
yang memberikan Roh Kudus di dalam hati kita sebagai jaminan dari semua yang
telah disediakan untuk kita.”

CONVERSATION